TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua lembaga penyelenggara pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan mengunjungi Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pascaaksi anarkis massa yang membakar fasilitas umum, termasuk kantor KPU setempat.
"Hari Jumat nanti, Bawaslu bersama Ketua KPU, Dirjen Kesbangpol Kemendagri akan kesana. Sementara ini laporan kejadian di sana sudah masuk. Cuma masih kita kaji laporan tersebut," ujar Ketua Bawaslu, Muhammad, usai mengunjungi DPP PPP, Jakarta, Rabu (3/4/2013).
Kabupaten Palopo mendadak rusuh, setelah sejumlah ratusan orang pendukung pasangan calon walikota dan calon wakil walikota dinyatakan kalah. Mereka tidak menerima perhitungan suara yang dilaksanakan KPU Kota Palopo, sehingga meningkatkan amarah yang berujung anarkis.
Menurut informasi yang dihimpun Tribun, kerusuhan itu terjadi diduga akibat jalannya pemilu tidak jujur dan merugikan salah satu pihak. Dalam keputusannya, KPU menetapkan pasangan Judas-Akhmad (JA), sebagai Wali kota dan Wakil Wali KotaPalopo terpilih.
Ketua KPU Palopo, Maksum Runi, mengatakan dari hasil rekapitulasi pasangan JA memperoleh 37.469 suara. Sementara, pasangan Hati, yang mendapat dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera memperoleh 36.731 suara.
